Fungsi Sistem Gas Buang Mobil

Fungsi Sistem Gas Buang Mobil
Fungsi Sistem Gas Buang Mobil

Halo sahabat otomotif yang ada di seluruh Indonesia, kali ini Contadordevisita akan mengulas tentang Fungsi Sistem Gas Buang Mobil. Kenapa hal ini perlu dibahas? Pasalnya, saya yakin bahwa diantara kamu semua ada yang belum mengetahui bagaimana cara kerja dari sistem gas buang pada mobil.

Oleh karena itu saya ber inisiatif untuk membuat artikel ini guna memberikan informasi kepada sahabat otomotif semua tentang Fungsi Sistem Gas Buang Mobil.

Semua jenis mobil pasti mempunyai sistem pembuangan, fungsi dari sistem pembuangan ini ialah untuk memindahkan gas yang mudah terbakar oleh mesin. Selain itu, sistem pembuangan ini bisa meredam dari bisingnya suara mesin, mengurangi emisi, dan tentunya dapat membantu mesin agar bekerja secara optimal.

Lantas bagaimana cara kerja dari sistem gas buang mobil? Simak ulasan berikut ini yang saya kutip dari website otomotif ternama di Indonesia, yaitu mamangbengekel.

Pengertian dan Fungsi Knalpot

Knalpot adalah sebuah komponen yang mempunyai fungsi untuk saluran pembuangan gas yang tersisa dari pembakaran didalam mesin.

Fungsi dari knalpot ini sangat vital terhadap kinerja pada bagian mesin, apabila terjadi konstruksi namun posisinya tidak setara, maka kinerja pada mesin tersebut akan menurun. Melewati knalpot, daya kerja mesin pun bisa bekerja secara maksimal dengan melakukan sedikit perubahan pada bagian gas buang ini.

Sistem Kerja Knalpot

Sistem knalpot ini akan bekerja untuk mengeluarkan hasil pembakaran yang terjadi didalam mesin menjadi gas buang, sehingga bisa dikeluarkan ke udara bebas.

Sistem kerja knalpot yang pertama terjadi ialah dibagian Exhaust Manifold atau bisa juga disebut dengan sebutan Header. Setelah itu, sistem kerja knalpot akan berlanjut ke seluruh bagian yang ada pada knalpot sampai Muffler.

Untuk informasi lebih jelasnya, ada beberapa bagian utama knalpot yang masing-masing dari bagian tersebut mempunyai fungsinya sendiri. Diantaranya adalah:

Exhaust Manifold

Exhaust Manifold atau biasa disebut dengan sebutan Header adalah bagian dari knalpot. Fungsi dari Header ini ialah untuk memberi kelancaran aliran gas buang yang telah dikeluarkan dari dalam silinder mesin mobil. Tujuan  melepas gas buang ini adalah supaya ruang bakar selalu bersih.

Jika ruang bakar tersebut bersih, maka pembakaran selanjutnya dapat diproses dengan sempurna.

Hal tersebut membuat bentuk pengaturan pada Exhaust Manifold cukup beragam, semua itu tergantung dari berapa jumlah silinder yang dimiliki oleh setiap mesin mobil. Biasanya, untuk mesin yang mengusung 4 silinder itu akan menggunakan pengaturan Header 4-2-1 dan 4-1.

Sedangkan untuk mesin yang didalamnya terdapat 6 silinder, biasanya menggunakan pengaturan Header 6-3-2-1 atau bisa juga menggunakan 6-7.

Pengaturan 4-2-1 adalah sistem gas buang yang berasal dari dalam silinder dibagian kepala mesin yang dialurkan ke empat bagian, lalu berubah menjadi 1 bagian yang ujungnya akan bermuara terhadap saluran Exhaust Pipe.

Sedangkan untuk pengaturan 4-1, konfigurasi ini memperlihatkan 4 saluran awal yang dihasilkan oleh bagian kepala silinder yang langsung mengalir pada satu aliran. Oh iya, untuk pengaturan pada mesin yang didalamnya terdapat 6 silinder pun mempunyai skema yang sama seperti pada mesin 4 silinder.

Biasanya bahan-bahan yang sering digunakan untuk Exhaust Manifold ini terbuat dari Cast Iron dan Besi Cor. Namun ada permasalahan yang kerap terjadi pada material bahan ini, yaitu jika dalam kondisi panas langsung disiram dengan air, maka hal tersebut akan mengakibatkan bagian ini retak.

Oleh karena itu, setiap knalpot harus dilakukan pengecekan secara teliti, misal seperti memperhatikan bagian Header knalpot yang langsung tersambung ke bagian mesin mobil.

Resonator

Resonator merupakan salah satu bagian dari knalpot yang mempunyai fungsi untuk meredam seluruh suara ledakan yang dihasilkan oleh gas buang yang keluar dari bagian Header.

Selain itu, Resonator pun memiliki fungsi untuk menciptakan tekanan balik bada bagian gas buang yang berperan supaya semua bahan bakar yang ada didalam ruang bakar tidak langsung keluar.

Biasanya, posisi dari Resonator ini terletak dibagian sesudah Header. Tapi ada juga yang meletakannya sesudah Catalytic Converter.

Kendala yang kerap terjadi dibagian ini ialah penyok, bocor, dan juga keropos.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *