10 Satwa Sumatera Yang Unik

Satwa Endemik Sumatera – Spesies endemik merupakan suatu tanda-tanda alami suatu biota buat membuatnya unik dalam satu lokasi geografi khusus. Satu spesies disebutkan endemik jikalau spesies itu adalah spesies asli yang cuma dapat diketemukan di tempat khusus serta tak diketemukan dibelahan lokasi yang lain. Pada kesempatan ini saya bakal mengatakan perihal satwa endemik yang berada pada Sumatera serta mungkin beberapa dari kita tak memahami bakal hal tersebut. Tersebut 10 Satwa Endemik Sumatera yang saya informasikan buat anda.

1. Harimau Sumatera

Ciri Fisik: Harimau sumatera punyai fisik yang sangat kecil dibanding semua sub spesies harimau yang hidup ketika saat ini (2017). Buat ukuran badan jantan dewasanya, harimau sumatera punyai tinggi menggapai 60 cm dan panjang dari kepala dan kaki 250 cm dengan berat menggapai 140 kg. Pada harimau betina panjang tubuhnya rata-rata menggapai 198 cm dengan berat sampai 91 kg. Warna kulit pada harimau sumatera ikut punyai kekhasan dari harimau yang lain di mana kulit harimau sumatera inii lebih gelap ketimbang harimau yang lain.

Harimau Sumatera merupakan salah satunya tipe satwa endemik yang ada di Pulau Sumatera serta termasuk juga ke dalam klasifikasi satwa krusial yang terancam punah dalam saat dekat ditambah lagi perdagangan liar harimau sumatera yang dipakai kulitnya buat dipasarkan jadikan harimau ini amatlah mungkin buat punah seperti harimau bali serta jawa . Menurut WWF menurut data tahun banyaknya populasi harimau sumatera dialam bebasnya sejumlah 400 ekor saja. Jadi satwa predator harimau berperan buat mengontrol keselarasan banyaknya mangsa liar hingga banyaknya vegetasi masih terbangun serta seimbang buat ke depannya.

Sumber: WWF

2. Badak Sumatera

Ciri Fisik: Badak Sumatera adalah cuma satu badak asia yang punyai dua buah cula. Tidak hanya cula badak sumatera ikut punyai kekhasan yang lain yakni punyai rambut paling banyak dibanding dengan seluruhnya subspesies badak yang ada di dunia. Ciri spesial yang lain badak punyai kulit yang berwarna coklat keabuan atau kemerahan serta telinga dengan ukuran yang besar.

Badak Sumatera punyai cula ddepan yang panjangnya sekitar pada 25-80 cm, dan buat cula belakang kebanyakan lebih pendek dengan ukuran panjang kurang dari 10 cm. Panjang satwa yang satu ini, buat ukuran dewasa sekitar 2-3 mtr. dengan tinggi menggapai 1,5 mtr.. Berat tubuh dari badak sumatera ini berkisaran pada 600-950 kg

Habitat: Habitat dari satwa yang sayu ini melingkupi rimba rawa dataran rendah sampai daerah rimba perbukitan. Badak sumatera termasuk juga ke dalam hewan penyuka menjelajahi serta pemakan buah serta buah yang pling disukainya merupakan buah fikus serta mangga liar, tidak hanya buah badak ikut memakai daun-daunan, ranting kecil dan kulit kayu. Badak Sumatera termasuk juga hewan yang kebanyakan hidup menyendiri atau lebih diketahui soliter akan tetapi ada juga yang hidup dalam group kecil.

Sumber: WWF

3. Kambing Rimba Sumatera

Ciri Fisik: Kambing Rimba Sumatera merupakan satwa yang punyai sundul yang ramping, pendek dan melengkung kebelakang. Berat badannya sekitar pada 50-140 kg dengan panjang tubuh sekitar 140-180 cm dan tinggi yang menggapai 85-94 cm

Kambing Rimba Sumatera termasuk juga satwa yang hidupnya soliter atau menyendiri namun ada juga yang hidup dalam group kecil. Seperti dalam harimau yang punyai lokasi kekuasaan, Kambing Rimba Sumatera ikut punyai daerah kekuasaan yang ditandainya dengan gunakan kotoran dan air seninya. Arah dari Kambing Rimba Sumatera ini menandai daerah kekuasaanya merupakan sebagi pemberi tanda tempat yang digunakannya buat mencari makanan seperti daun-daun serta rumputan dan jadi rumah dari satwa yang satu ini

Menurut data dari IUCN ( International Union for the Conservation of Nature and Wajar Sumber, memasukan satwa ini ke dalam definisi Rawan. Diluar itu pemerintah indonesia ikut memastikan Kambing Rimba Sumatera termasuk juga salah satunya satwa yang dilindungi dari kepunahan menurut PP Nomer 7 Tahun 1999 perihal Pengawetan Tipe Tumbuhan serta Satwa.

4. Kelinci Sumatera

Ciri Fisik: Satwa ini punyai panjang badan yang menggapai 40 cm. Kelinci Sumatera dikenali karena ada garis-garis kecoklatan pada tubuhnya dengan ekor yang berwarna merah serta perut berwarna putih jadi itu merupakan ciri dari satwa ini.

Menurut data dai IUCN satwa ini termasuk juga definisi Rawan. Kelinci Sumatera merupakan satwa nokturnal yang hidupnya duduki liang satwa lainnya dan tinggal di rimba dengan ketinggian sekitar 600-1400 mdpl.

5. Tokhtor Sumatera

Ciri Fisik: Burung Tokhtor Sumatera punyai ukuran badan yang menggapai 60 cm. Kaki serta paruhnya berwarna hijau. Burung ini punyai mahkota yang berwarna hitam dan leher samping, penutup sayap tengah serta penutup sayap berwarna hijau sirna. Buat badan sisi bawah berwarna coklat, sayap serta ekornya berwarna hitam bercampur hijau yang mengkilap. Pada kulit sekitaran mata warnanya hijau serta biru.

Menurut data IUCN burung Tokhtor Sumatera termasuk juga definisi krusial serta bakal punah dalam saat dekat, di mana populasinya kurang dari 300 ekor. Burung Tokhtor Sumatera ini termasuk juga burung yang sempat digolongkan punah lantaran mulai sejak terdeskripsi 1916 tak kan sempat diketemukan oleh beberapa orang atau banyak pengamat. Baru pada November 1997 Burung Tokhtor Sumatera ini sukses di photo kali pertamanya . Burung ini merupakan burung endemik dari sumatera yang termasuk juga ke dalam 18 burung sangat langka yang berada pada indonesia.

6. Gajah Sumatera

Ciri Fisik: Gajah merupakan mamalia paling besar yang berada pada Indonesia dengan berat yang menggapai 6 ton dan tinggi 3,5 mtr. pada bahunya. Gajah Sumatera punyai ciri umum seperti umumnya gajah yang lain yakni ada belalai pada kepalanya. Belalai ini berperan buat mencari minuman dan makanan lewat cara memegang atau menggenggamnya di sisi ujung belalainya yang fungsinya hampir sama juga dengan jari.

Menurut data dari IUCN Gajah Sumatera termasuk juga satwa yang status konservasinya (Status Konservasi Gajah Sumatera) terancam punah/ critically endangered . Di Negara Indonesia Gajah Sumatera adalah satwa yang keberadaannya dilindungi yakni menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1990 perihal Konservasi Sumber Daya Alam Resapi serta Ekosistem nya. Masuknya Gajah Sumatera ke dalam rincian itu disebabkan tingginya pembalakan liar, penyusutan serta fragmentasi habitatnya, atau kesibukan perburuan liar gajah. Perburuan dijalankan lantaran Gajah Sumatera punyai gading yang dipasarkan oleh beberapa orang yang tak bertanggungjawab.

7. Surili Sumatera

Ciri Fisik: Pada Kebanyakan Surili Sumatera atau lebih diketahui simpai punyai ciri-ciri jambul dikepalanya yang mirip mahkotaina hamp. Panjang Badan pada simpai jantan atau betina hampir serupa, yaitru sekitar pada 55-49 cm. Berat badan Surili Sumatera ini sekitar anatar 5-6 kg. Tidak hanya ciri di atas juga ada ciri yang lain yakni panjang ekornya yang menggapai 71 cm. Buat warna Surili Sumatera ini punyai warna yang bermacam, ada yang berwarna hitam, kecoklatan dan abu-abu.

Surili Sumatera ini merupakan hewan yang berwujud diurnal atau aktif di siang hari serta arboreal (banyak bekerja dipohon). Makanan pokok dari satwa ini merupakan dedaunan akan tetapi ikut seringkali memakai buah-buahan, biji-bijian dan bunga. Surili Sumatera merupakan hewan yang hidupnya berkelompok yang terdiri dalam surili jantan serta 5-7 surili betina. Surili jantan sendiri menggapai kematangan seksula di umur 34-47 bulan serta buat betinanya di umur 35-60 bulan.

8. Orangutan Sumatera

Ciri Fisik: Orang Utan Sumatera merupakan orang utan yang punyai kantung pipi yang panjang pada seseorang utan jantan. Panjang tubuhnya sendiri sekitar 1,25 mtr. – 1,5 mtr.. Bulu Orang Utan Sumatera berwarna coklat kemerahan. Berat Orang Utan Sumatera jantan sekitar 50-90 kg dan buat berat yang betinanya sekitar 30-50 kg.

Orang Utan Sumatera adalah tipe orang utan yang statusnya sangat terancam dibanding orang utan yang berada pada Borneo. Waktu ini Orang Utan Sumatera cuma dapat diketemukan di provinsi-provinsi sisi utara serta tengah sumatera. Satwa ini kehilangan habitat alaminya dengan sapat cepat lantaran pembukaan tempat buat perkebunan, pembalakan liar dan pemukiman.

9. Cucurut Sumatera

Satwa satu ini adalah satwa yang cuma diketemukan di Gunung Kerinci, Sumatera, Indonesia. Satwa ini punyai ciri yang ciri khas di mana dia bakal keluarkan berbau busuk terlebih kalau dalam kedaan bahaya atau di serang musuh. Satwa ini punyai ukuran badan yang kecil yakni sekitar 4-5 inci. Satwa ini punyai waktu kehamilan sekitar 30-35 hari serta lam hidup menggapai 2 tahun.

10. Celurut Air Sumatera

Ciri Fisik: Bergigi merah Hidung Lebih panjang dari celurut biasa, bulunya pendek serta berwarna abu-abu di sisi belakang. Sisi atas tubuhnya berbintik putih serta cokelat lumayan kusam di bagian bawahnya. Satwa ini punya mata serta telinga yang kecil dan bisa tertutupi kulit waktu ada di air.

Soal yang sangat membuat satwa ini mesti dilindungi merupakan lantaran satwa ini cuma bisa diketemukan di daerah dataran tinggi Sumatera Barat. Menurut data dari IUCN (Status Konservasi Celurut Sumatera) satwa ini termasuk juga definisi Data Deficient lantaran info datanya belum pula cukuplah buat diidentikasi serta sempat dinyatakan krusial pada tahun 1998, walau begitu satwa ini tetaplah mesti dilindungi lantaran termasuk juga satwa endemik sumatera.

Itu 10 Satwa Endemik Sumatera yang Mesti di Jagalah, lantaran tidak hanya kondisinya yang terancam satwa-satwa itu ikut punyai peranan yang sangat utama untuk lingkungan dimulai dengan penyebar biji serta mengontrol keselarasan populasi ditambah kembali satwa itu merupakan satwa endemik sumatera yang tak diketemukan di tempat lainnya, membuat satwa itu jadi sangat utama buat dijaga keberdaannya.

Kalau ada anjuran atau input buat artikel ini silakan tulislah pada kolom komentar serta ikuti website ini dengan pilih menu ikuti pada sudut kanan website buat mendapat pemberitahuan artikel-artikel menarik yang lain yang saya munculkan. Mudah-mudahan Berguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *